Gempa Sumatra: Mengubah Peta dan Rotasi Bumi

Posted on

krisna
Kamis, 20 – Januari – 2005, 09:23:56

Minggu pagi tanggal 26 Desember, pada penghujung tahun lalu, hanya dalam hitungan jam, lebih dari 100,000 jiwa melayang. Bencana ini memang tidak dapat dipandang lagi sebagai sekedar bencana nasional bagi beberapa negara. Ini adalah tragedi kemanusiaan internasional. Tsunami yang menjadi salah satu ekses gempa ini menyapu ribuan kilometer pantai di sekitar lautan Hindia. Bahkan tercatat ada korban hingga di Timur Afrika.

Gempa yang terjadi pada daerah subduksi (penunjaman) sepanjang 1200 km ini memang dasyat. Tercatat skala magnitudo gempa adalah 9.0; artinya, gempa ini setara dengan energi yang dikeluarkan dari ledakan 32 milyar TNT! Rekor terakhir gempa sebesar ini adalah gempa di Chili tahun 1960.

Gempa yang terjadi pada pada daerah subduksi antara Lempeng Hindia (Indian Plate) dan Lempeng Mikro Burma (Burma Microplate) ini membuat Indonesia harus memetakan kembali wilayahnya. Ken Hudnut, staf ahli US Geological Survey mengatakan bahwa gempa diperkirakan telah menggeser pulau-pulau kecil sejauh 20 meter. Sementara wilayah barat laut Sumatera bergeser 36 meter ke barat daya. Menurut Bill McGuire, geofisis dari University College London, UK,  slip yang menyebabkan keruntuhan sebesar 15 meter ini membuat pulau-pulau di kepulauan Andaman dan Nicobar naik; sementara itu, tinggi permukaan laut di kota Banda Aceh naik. Hal serupa juga diungkapkan oleh Stuart Sipkin, geofisis dari USGS National Earthquake Information centre. Secara lebih detail, Sipkin mengatakan bahwa perubahan permukaan Bumi yang terjadi cenderung vertikal. Gempa ini menyebabkan lempeng Hindia melasuk lebih dalam ke bawah lempeng Burma sehingga menyebabkan “uplift”.

Minggu pagi tanggal 26 Desember 2004 ini Bumi benar-benar bergetar. Bumi dapat dianalogikan sebagai sebuah gasing  yang berputar. Sebuah sentuhan tangan (vektor gaya dari luar gasing) dapat membuat gasing itu berputar tidak stabil. Hal inilah yang terjadi hari Minggu kelam itu. Bedanya, vektor gaya yang menyebabkan Bumi bergetar tidak stabil adalah dari dalam, yaitu dari tenaga endogen Bumi, tepatnya gempa. Ilmuwan NASA memperkirakan bahwa kemiringan Bumi kini bertambah 2,5 cm akibat gempa ini. Selain itu, periode rotasi Bumi berkurang sekitar tiga mikrosekon akibat gempa ini.

.::.dari berbagai sumber

Sumber : http://www.itb.ac.id/news/389.xhtml

One thought on “Gempa Sumatra: Mengubah Peta dan Rotasi Bumi

    richocean said:
    02/10/2009 at 10:57

    walah2 …. bisa serumit itu jadinya ….. baru tau …..

    silahkan ke blog saya richocean ttg “2009 3009 ANGKA Gempa PADANG PARIAMAN. 2009 1010 ANGKA Gempa Tsunami ACEH?” dan “2009 0110 Pagi ini Gempa Bengkulu dan Jambi Menyusul Gempa Padang” dan “Selama 17 jam, 3x Gempa PADANG Sumatra Barat”

    atau blog saya lainnya
    http://richmountain.wordpress.com

    salam …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s