Gempa Sumatera, 1.000 lebih tewas

Posted on

Gempa Padang
Diperkirakan banyak orang tertimbun reruntuhan gedung

Kepala Bantuan Kemanusiaan PBB mengatakan setidaknya 1.100 orang tewas dalam gempa bumi yang melanda Sumatra.

John Holmes mengatakan ratusan orang lainnya luka-luka dan data korban tewas dipastikan akan terus naik.

Tim Penyelamat masih bekerja keras hingga malam hari untuk mencari korban yang masih hidup dibawah puing-puing gedung yang runtuh.

Holmes mengatakan kepada para wartawan: “Angka terakhir yang kami dapat adalah jumlah korban tewas kini sudah mencapai 1.100 orang.

“Dan tentu saja ratusan orang luka-luka. Saya perkirakan jumlah itu akan bertambah jika operasi bantuan telah selesai dilakukan.”

Tim penilai akan tiba di Padang pada hari Jumat, dan para pejabat PBB akan menentukan untuk meluncurkan permintaan bantuan darurat atau mempergunakan uang dari Dana Bantuan Darurat PBB, tambah Holmes.

Sebelumnya pemerintah Indonesia memperkirakan jumlah korban dalam gempa bumi ini akan tinggi.

“Perkiraan kami ribuan orang kemungkinan meninggal,” kata Rustam Pakaya, Kepala Pusat Pengendalian Krisis Departemen Kesehatan Depkes.

Sehari setelah gempa mengguncang Sumatera Barat, Kamis pagi gempa berkekuatan 7 SR mengguncang Provinsi Jambi.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa yang terjadi sekitar pukul 8.52 WIB itu berlokasi di 2.44 Lintang Selatan-101.59 Bujur Timur atau sekitar 46 km sebelah tenggara Kota Sungaipenuh, Jambi.

Sejauh ini belum dilaporkan besarnya kerusakan dan korban akibat gempa di Jambi ini.

Listrik putus

Banyak orang yang tinggal di tempat terbuka dan ratusan orang lainnya berada di fasilitas-fasilitas umum
Priyadi

Sementara itu di Sumatera Barat yang diguncang gempa 7,6 SR sekitar 200 orang dikhawatirkan tewas. Gempa juga mengakibatkan longsor di beberapa kawasan dan memutuskan aliran listrik.

Di Padang, ratusan bangunan termasuk rumah sakit mengalami kerusakan parah. Beberapa diantaranya rata dengan tanah.

Tim penyelamat memperkirakan jumlah korban kemungkinan besar akan bertambah karena masih banyak warga yang tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.

Sebelumnya, juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Priyadi Kardono, mengatakan korban jiwa di Padang saja diperkirakan antara 100-200 orang dan lebih dari 500 bangunan dan rumah hancur.

“Banyak orang yang tinggal di tempat terbuka dan ratusan orang lainnya berada di fasilitas-fasilitas umum,” kata Priyadi kepada Reuters.

Sementara itu, lanjut Kardono, pemerintah sudah mengirim 150 tentara, polisi dan tim Departemen Kesehatan ke daerah bencana namun mereka membutuhkan peralatan berat untuk membongkar reruntuhan.

Kepala Pusat Penanggulangan Bencana Departemen Kesehatan Rustam Pakaya mengatakan masih ribuan orang terperangkap di bawah reruntuhan.

Rustam menambahkan ada rumah sakit yang termasuk di antara bangunan yang hancur.

Gempa juga memutus jalur telepon yang mempersulit komunikasi ke daerah bencana sehingga informasi tentang seberapa besar kerusakan akibat gempa sangat terbatas.

Selain minimnya alat berat untuk membongkar reruntuhan, upaya penyelamatan juga terhambat hujan deras.

Bangunan terbakar

Pasien rumah sakit pun harus diungsikan

Gempa pertama kali terjadi pada pukul 17.16 WIB, Rabu dengan pusat gempa di kedalaman 85 km Barat Laut Padang, Sumatera Barat

Gempa kedua terjadi pada pukul 8.52 WIB hari Kamis sekitar 225 km sebelah Tenggara Padang, tepatnya di Sungaipenuh, Kabupaten Kerinci sekitar 400 km dari Kota Jambi.

Meski belum ada laporan resmi seputar kerusakan dan korban jiwa, namun sumber-sumber lokal di Jambi menggambarkan di Kabupaten Kerinci beberapa lokasi kemungkinan mengalami kerusakan cukup parah.

Beberapa saksi mata gempa di Padang mengatakan penduduk kota berlarian keluar dari berbagai bangunan mencari tempat yang aman.

Seorang warga Australia yang tinggal di Padang, Jane Liddon, mengatakan banyak bangunan besar di kota itu mengalami kerusakan parah.

“Bangunan besar hampir semuanya runtuh, rumah sakit, pasar semuanya runtuh dan terbakar. Saya kira banyak orang meninggal dunia.”

Namun, Liddon mengatakan dari pengamatannya justru rumah-rumah warga yang berukuran kecil selamat dari kerusakan parah.

Gempa besar di Indonesia
26 Des 2004: Tsunami Asia menewaskan 170.000 orang di Indonesia saja
28 Mar 2005: Sekitar 1.300 orang tewas setelah gempa 8,7 SR mengguncang lepas pantai Sumatra.
27 Mei 2006: Gempa menghantam Yogyakarta, menewaskan 5.000 orang
17 Juli 2006: Gempa 7,7 SR diikuti tsunami di Jawa Barat menewaskan 550 orang.

Tawaran bantuan

Pemerintah Australia menawarkan bantuan darurat kepada Indonesia jika diperlukan.

Para pejabat Indonesia mengatakan gempa di Sumatera Barat ini adalah yang terbesar selama beberapa tahun terakhir ini.

Gempa ini bahkan lebih kuat dibandingkan gempa di Yogyakarta pada Tahun 2006 yang menewaskan lebih dari 5.000 orang.

Gempa Padang terjadi di lempeng yang sama dengan lempeng yang menyebabkan tsunami Asia 2004, yang menyebabkan lebih dari 230.000 orang di beberapa negara Asia tewas.

Para ahli geologi sudah lama memperingatkan bahwa Padang kemungkinan besar akan menjadi kawasan yang hancur karena gempa.

Sumber : http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2009/10/091001_sumatraquake.shtml

One thought on “Gempa Sumatera, 1.000 lebih tewas

    richocean said:
    02/10/2009 at 13:59

    tolong bantuan dipercepat di lapangan donk … di TV sepertinya kurang cepet banget …..

    silahkan ke blog saya richocean ttg “2009 3009 ANGKA Gempa PADANG PARIAMAN. 2009 1010 ANGKA Gempa Tsunami ACEH?” dan “2009 0110 Pagi ini Gempa Bengkulu dan Jambi Menyusul Gempa Padang” dan “Selama 17 jam, 3x Gempa PADANG Sumatra Barat”

    atau blog saya lainnya
    http://richmountain.wordpress.com

    salam …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s