Data Korban Gempa Masih Simpang Siur, Ngarai Sianok Runtuh, Pasien RSAM Dirawat di Jalan

Posted on Updated on

Data Korban Gempa Masih Simpang Siur, Ngarai Sianok Runtuh, Pasien RSAM Dirawat di Jalan

NASIONAL



Oleh : Muhammad Subhan | 07-Mar-2007, 10:07:08 WI
BUKITTINGGI: Hampir seluruh dinding Ngarai Sianok runtuh akibat goncangan gempa kemarin, sehingga jembatan satu-satunya yang menghubungkan kota Bukittinggi dengan Nagari Sianok sebagian tertimbun pasir reruntuhan tebing ngarai dan sampai sore kemarin belum dapat dilalui.

Begitu juga sungai di dekat jembatan itu tertimbun ribuan meter kubik pasir, sehigga air sungai mulai mengenang di sana, yang tentu saja dikhawatirkan bakal menimbulkan bencana baru berupa banjir jika pihak Dinas PU tidak menanggulanginya segera.

Reruntuhan tebing ngarai yang cukup besar selain menutup jembatan dan aliran sungai, juga dilaporkan menelan korban seorang bocah yang sampai tadi malam masih dalam upaya mencarian oleh masyarakat setempat. Menurut Ketua RT Effendi, seorang bocah dilaporkan tertimbun tumpukan pasir karena diketahui sedang bermain di sekitar reruntuhan bersama seorang temannya.

“Kita harus melakukan pencarian semaksimalnya walaupun dengan peralatan sederhana seperti cangkul,” kata Effendi.

Sementara itu, seorang warga bernama Pinjun (40) juga mengalami patah tulang dan kaki karena ditimpa hantaman longosr tebing ngarai di sekitar Ngarai Sampik, Sianok. Begitu pula Zul (23), juga mengalai cidera ringan.

Reruntuhan juga terjadi di beberapa lokasi di pinggir jalan menuju dasar Ngarai Sianok. Sejumlah pohon bertumbangan sehingga menutup badan jalan. Kecuali itu, badan jalan menuju dasar ngarai juga amblas dan retak, sehingga pengendara sepeda motor harus hati-hati melewatinya. Retak pada badan jalan ini, diduga karena dekat ke tubir ngarai.

Penanganan akibat musibah gempa di kawasan Ngarai Sinaok ini tidak cukup hanya ditanggulangi oleh Dinas PU Kota Bukittinggi atau Kabupaten Agam, tetapi harus dibantu sepenuhnya oleh Dinas Kompraswil Propinsi ataupun Dinas Bina Marga, agar aliran sungai yang tertutup tumpukan longsor tebing ngarai dapat segera ditanggulangi sehingga tidak menimbulkan banjir.

Diselimuti debu

Reruntuhan tebing ngarai dengan volume ribuan meter kubik itu menimbulkan debu berwarna putih mengambang ke udara kemudian merayapi sebagian kota wisata Bukittinggi, terutama terlihat pada atap rumah warga. Perumahan di kawasan Ngarai Sianok dan sekitarnya dirayapi kabut bekas reruntuhan ngarai setelah mengepul ke udara. Reruntuhan ini sampai kemarin masih tetap berlangsung, meskipun dengan volume kecil.

Sementara itu perumahan warga di sekitar Banto Laweh, tepatnya di belakang lapangan Ateh Ngarai, Bukittinggi sebagian dapur rumah ambrol bersama reruntuhan tebing ngarai. Penduduk setempat terpaksa mengungsi ke lapangan untuk menghindari terjadinya kemungkinan terburuk.

Korban gempa di kota wisata Bukittinggi tidak hanya mengakibatkan terjadinya musibah kebakaran dan longsor tebing ngarai serta kerusakan badan jalan, tetapi sejumlah bangunan yang telah tua juga runtuh. Seperti sebuah toko di simpang Kangkung dindingnya runtuh, begitu juga sejumlah ruko bangunan tua di Jalan A Yani dan sebuah toko di Pasar Banto. Sementara itu bangunan hotel yang belum rampung, Sianok View di kawasan benteng, pasangan batu bata tampak sebagian runtuh.

Panik di rumah sakit
Suasana panik pasca gempa yang cukup dahsyat terlihat di RSAM Bukittinggi. Puluhan perawat lebih dulu berhamburan ke luar gedung RSAM sementara banyak pasien yang rawat inap masih terbujur tak berdaya sehingga keluarga pasien panik dan stres, namun juga ada pasien yang pasrah.

Akhirnya diputuskan untuk mengungsikan para pasien rawat inap ke luar gedung dan juga ke pekarangan rumah beberapa warga sekitar. Namun sebagian besar pasien dibawa ke pekarangan gedung eks APDA yang sekarang digunakan sebagai Kantor Samsat.

Keluarga pasien menunggui dengan tabah menggunakan payung untuk melindungi pasien dari sengatan matahari. Selanjutnya diputuskan mendirikan tenda cukup besar pada pekarangan bagian dalam gedung eks APDN tersebut. Dan sampai tadi malam keadaan tampak aman kendati harus berjuang mati-matian melawan cuaca dingin yang sampai ke sumsum tulang.

Suasana di RSAM memang tampak sibuk karena bermunculan sejumlah ambulance membawa korban gempa yang terpaksa ditampung di sepanjang jalan raya depan RSAM dengan menyiapkan tempat tidur, tabung oksigen dan sejumlah peralatan operasi. Selain sejumlah dokter dan petugas medis, juga terlihat berbagai pihak melibatkan diri untuk membantu, termasuk di antaranya dari TNI Kodim 0304/Agam turun tangan.

Sekitar 50 tempat tidur ditempatkan di sepanjang jalan raya depan RSAM untuk menampung para korban. Keadaan ini terpaksa dilakukan, selain khawatir terjadinya gempa susulan, juga keadan gedung UGDdi RSAM ini tidak dapat lagi digunakan karena banyak bagian gedung yang rusak akibat gempa, seperti bagian loteng yang kropos berjatuhan, termasuk sejumlah lampu neon dan beberapa peralatan medis yang porak-poranda diguncang gempa. ***

One thought on “Data Korban Gempa Masih Simpang Siur, Ngarai Sianok Runtuh, Pasien RSAM Dirawat di Jalan

    richocean said:
    02/10/2009 at 14:33

    ngarai sihanok yang terkenal (saya belum pernah liat fotonya) jika rusak, apa bisa diinfokan banding foto sebelum dan sesudah gempa …..

    silahkan ke blog saya richocean ttg “2009 3009 ANGKA Gempa PADANG PARIAMAN. 2009 1010 ANGKA Gempa Tsunami ACEH?” dan “2009 0110 Pagi ini Gempa Bengkulu dan Jambi Menyusul Gempa Padang” dan “Selama 17 jam, 3x Gempa PADANG Sumatra Barat”

    atau blog saya lainnya
    http://richmountain.wordpress.com

    salam …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s