Archive for the ‘Gempa Sumatra’ Category

Simulasi komputer : gempa dan tsunami di Padang

02 Oktober 2009 at 4:09 pm 

nyantai.jpg

Kejadian gempa di Simeulue pekan lalu mengingatkan aku akan sebuah artikel yang aku baca beberapa waktu lalu di Earth and Planetary Science Letters awal tahun 2008 ini. Artikel ilmiah berjudul “Tsunami threat in the Indian Ocean from a future megathrust earthquake west of Sumatra ini berisi hasil simulasi dengan program komputer seandainya terjadi gempa besar di laut sebelah barat Padang. Tentunya ini bukan untuk menakut-nakuti atau membuat panik. Tetapi ini merupakan kajian ilmiah apabila sesuatu terjadi. Perlu diketahui ini juga bukan ramalan atau amaran (warning).

:( “Wah Pakdhe niku, kok bencana diprogramkan itu gimana ta ?”
:D “Thole, progam ini maksudte program simulasi komputer. Mosok gempa kok dibuat sebagai program kerja”

Lokasi yang diperkirakan atau disimulasikan.

segment-gempa.jpgMengingat kejadian gempa-gempa besar sebelumnya, maka dipilihlah lokasi disebelah barat kota Padang ini karena kejadian gempa dan tsunami Aceh tahun 2004, kemudian gempa Nias dan selanjutnya ke selatan seperti yang terlihat pada gambar disamping ini.

Pemilihan atau penentuan lokasi dimana yang mungkin akan terjadi ini tentu saja juga merupakan bagian dari studi mitigasi pra-bencana. Hasilnya tentu saja merupakan sebuah informasi penting dalam persiapan menghadapi apabila nantinya benar-benar terjadi.

http://dongenggeologi.files.wordpress.com/2007/09/gempa-tsunami.jpg?w=147&h=158

Dari gempa-gempa yang barusaja terjadi pada 5 tahun terakhir menunjukkan dua segment utama Aceh dan Nias yang sudah bergeser dan robek. Sedangkan yang disebelah selatannya justru merupakan tempat-tempat dimana ada tekanan dan energi yang masih terkumpul yang belum terlepaskan. Kalau saja akan terjadi tentusaja yang disebelah selatannya lebih mungkin terjadi ketimbang yang barusaja bergerak itu. Sedangkan robeknya disebelah utara mungkin kecil karena energi (stress) yang terkumpul di segmen itu sudah jauuh berkurang.

Mekanisme terjadinya tsunami masih ingat kaan ? OK deh kalau lupa dilihat diklik gambar diatas itu. Setelah tenaga terkumpul diujung tabrakan lempeng, maka ketika tenaga terlepaskan terjadi gempa dan gerakan ke atas ini mempengaruhi tubuh air diatasnya. Gelombang yang timbul akan bergerak dikedua arah kiri dan kanan. Waktu tempuh gelombang tsunami ini dari saat terjadinya gempa hingga mencapai pantai barat sumatra hanya dalam waktu kira-kira 20-40 menit saja, tergantung kedalaman air.

630km_rupture.jpgPerkiraan besarnya kekuatan gempa akan memiliki besaran >8M. Besaran angka ini diperoleh berdasarkan asumsi tenaga yang terkumpul hingga saat ini dari survey geodinamika tektonik didaerah ini. Kekuatan gempa yang >M8 ini akan mungkin menyebabkan rupture atau sobekan sepanjang 630 Kilometer !. Apakah pasti akan >8 ? Wah ini pertanyaan sukar dijawab tentusaja. Yang menjadikan susah dijawab adalah kata “pasti“. Science tidak akan menjawab sesuatu yang akan datang sebagai sebuah kepastian, tetapi pendekatan dengan probabilitas itu bisa saja. Kemungkinan akan terjadi gempa >8M memiliki kemungkinan yang cukup tinggi (misal diatas 50%).

Simulasi komputer.

Secara sederhana cara kerja simulasi ini dapat digambarkan seperti dibawah ini.

modeling_tsunami.jpg

Tentusaja ada parameter dasar yang dipakai sebagai dasar pembuatan simulasi ini, antara lain data kegempaan sebelumnya, topografi dasar laut (bathimetri), topografi pantai dsb. Juga yang tidak kalah penting adalah harus ada asumsi-asumsi yang akan dipakai. Asumsi ini diperlukan karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Namun asumsi-asumsi ini tentusaja tidak dapat lepas dari kenyataan historis yang pernah ada. Tidak akan mungkin menggunakan asumsi ngawur, tidak akan trus dengan asumsi rupture atau robekan dengan pergeseran vertikal 100 meter, karena asumsi ini tidak didukung dengan pengalaman. Jadi asumsi juga tidak boleh sembarangan.

:( “Jadi kalau ada yang bilang Pulau Jawa akan terbelah dan tenggelam dalam waktu dekat, dengan bukti adanya semburan lumpur, itu mesti ngawur ya Pakdhe ?”
:D “Yawis, kamu tanya ke Mama Loren saja thole. Science bukan sulapan yang bisa menjawab segala pertanyaan”

Karena banyaknya kemungkin yang terjadi, modeling ini dibuat dengan banyak kemungkinan. Konon dibuat hingga 1000 kemungkinan ! :( . Dari keseluruhan paramater inilah diolah dengan rumusan model fisika mekanika gempa, hydrodinamika, dan juga model matematika.

:( “Pakdhe, ini seperti Budhe Laras yang membuat masakan gitu kan Pakdhe. Ada bahan mentah data dasar, ada juga bumbu asumsi, diolah dimasukkan panggangan berupa model matematik !”
:D “Hiyo thole, trus dicicipi juga. :P Kalau ngga enak ya bumbunya ditambah kecap biar sedep, seperti misalnya bumbu kejadian-kejadian sebelumnya”
:( “Looh sudah pernah ada To Pakdhe ?”
:D “Salahsatu cara melihat apakah sesuai dengan kejadian sebenarnya adalah dengan reality chek !
:( “Looh kok kayak memprediksi minyak di Aceh juga ya Pakdhe?

tsunami2004-global.jpgmodeltsunami1833.pngReality chek ini salah satunya dengan melihat studi-studi yang pernah dilakukan sebelumnya. Misalnya model Tsunami Aceh (2004), Tsunami Nias 2005, juga tsunami masa lalu tahun 1883. Di sebelah ini salah satu “model” tsunami yang merupakan simulasi tsunami tahun 1883 yang dibuat oleh seorang ahli dari Australia. Sedangkan disebelah kanan tsunami Aceh 2004 dari NOAA (klick lihat animasi-nya file 2MB).

Mengapa modelnya bermacam-macam ?

Tentusaja harus ada banyak model karena adanya ketidakpastian ini, misalnya seberapa besar gempanya, juga seberapa besar displacement atau slip-nya, juga tidak dapat dipastikan kapan terjadinya. Juga didasari adanya kenyataan ketidakpastian, yaitu bahwa gempa tahun 1907 M=7.6 di Simeulue menghasilkan tsunami lebih besar dari gempa tahun 1861 (M8.3–8.5) maupun gempa tahun 2005 (M=8.7), di daerah yang sama. Artinya besarnya tsunami tidak sesederhana berbanding lurus dengan kekuatan gempa, kan ?.

Tentu saja perkiraan ini belum tentu betul. Hanya berdasarkan asumsi-asumsi tehnis saja. Dibawah ini tiga macam contoh simulasi dengan berbagai kekuatan gempa dengan berbagai kemungkinan tingginya tsunami yang dihasilkan.

simulasi.jpg

Yang mungkin terjadi memang gelombang tsunami dengan ketinggian sekitar 5 meter, namun Padang dan juga Bengkulu dalam kemungkinan terburuknya dapat mengalami gempuran gelombang tsunami hingga 15 meter, bahkan bisa 30 meter.

:( “Looh Pakdhe, jadi berapa tinggi tsunaminya. Pastinya aja deh Pakdhe?”
:D “Thole, science tidak mungkin memberikan kepastian. Yang dapat diberikan hanyalah peluang atau probabilitas. Yang paling mungkin gelombang 5 meter, tetapi masih memungkinkan 15 meter. Walaupun maksimum sesuai pengalaman di Aceh adalah 30 meter. Jadi kamu mau nyiapin penahan yang mana ?”

Dibawah ini model tsunami hasil simulasi komputer itu. Dibawah ini perkiraan terbnaik yang dapat dilakukan dengan data, asumsi, serta metode yang ada. Tentusaja kalau ada perbedaan data, perbedaan asumsi, mapun metode, akan menghasilkan model simulasi komputer yang berbeda. Tentusaja model tsunami ini harus selalu diperbaharui sesuai dengan perubahan-perubahan dari data serta perkembangan ilmu pengetahuan.

hipotesa-model_tsunami_padang.jpg

Apa yang dapat diambil sebagai persiapan ?

Jadi dapat dipelajari bahwa seandainya terjadi tsunami di Padang dan Bengkulu, maka kemungkinan besarnya Magnitude gempa akan >M8. Skali lagi bisa juga yang terjadi gempa kecil-kecil, seperti di Bengkulu waktu itu. Dan besarnya tinggi gelombang tsunami akan kurang dari5m. Walaupun tinggi gelombang tsunami diatas 5m bisa saja terjadi dibeberapa tempat. Dengan demikian kalau saja ini membuat tembok penghalang tsunami perlu memperkirakan ketahanan terhadap getaran gempa serta gempuran gelombang tsunami ini.

:( “Jadi kira-kira kapan akan terjadi tsunami besar ini ?”
:D “Whallah,dikasi tahu bahwa ramalan gempa atau tsunami itu masih belum bisa dilakukan. Masih inget ramalan tanggal 23 Desember 07 dari Profesor Brasil yang salah itu ?. Yang betul adalah mempersiapkan kalau terjadi tanpa terlalu risau dengan kapan akan terjadi”
“( “Ya deh, yang penting persiapan ya dhe ?

Data Korban Gempa Masih Simpang Siur, Ngarai Sianok Runtuh, Pasien RSAM Dirawat di Jalan

Data Korban Gempa Masih Simpang Siur, Ngarai Sianok Runtuh, Pasien RSAM Dirawat di Jalan

NASIONAL



Oleh : Muhammad Subhan | 07-Mar-2007, 10:07:08 WI
BUKITTINGGI: Hampir seluruh dinding Ngarai Sianok runtuh akibat goncangan gempa kemarin, sehingga jembatan satu-satunya yang menghubungkan kota Bukittinggi dengan Nagari Sianok sebagian tertimbun pasir reruntuhan tebing ngarai dan sampai sore kemarin belum dapat dilalui.

Begitu juga sungai di dekat jembatan itu tertimbun ribuan meter kubik pasir, sehigga air sungai mulai mengenang di sana, yang tentu saja dikhawatirkan bakal menimbulkan bencana baru berupa banjir jika pihak Dinas PU tidak menanggulanginya segera.

Reruntuhan tebing ngarai yang cukup besar selain menutup jembatan dan aliran sungai, juga dilaporkan menelan korban seorang bocah yang sampai tadi malam masih dalam upaya mencarian oleh masyarakat setempat. Menurut Ketua RT Effendi, seorang bocah dilaporkan tertimbun tumpukan pasir karena diketahui sedang bermain di sekitar reruntuhan bersama seorang temannya.

“Kita harus melakukan pencarian semaksimalnya walaupun dengan peralatan sederhana seperti cangkul,” kata Effendi.

Sementara itu, seorang warga bernama Pinjun (40) juga mengalami patah tulang dan kaki karena ditimpa hantaman longosr tebing ngarai di sekitar Ngarai Sampik, Sianok. Begitu pula Zul (23), juga mengalai cidera ringan.

Reruntuhan juga terjadi di beberapa lokasi di pinggir jalan menuju dasar Ngarai Sianok. Sejumlah pohon bertumbangan sehingga menutup badan jalan. Kecuali itu, badan jalan menuju dasar ngarai juga amblas dan retak, sehingga pengendara sepeda motor harus hati-hati melewatinya. Retak pada badan jalan ini, diduga karena dekat ke tubir ngarai.

Penanganan akibat musibah gempa di kawasan Ngarai Sinaok ini tidak cukup hanya ditanggulangi oleh Dinas PU Kota Bukittinggi atau Kabupaten Agam, tetapi harus dibantu sepenuhnya oleh Dinas Kompraswil Propinsi ataupun Dinas Bina Marga, agar aliran sungai yang tertutup tumpukan longsor tebing ngarai dapat segera ditanggulangi sehingga tidak menimbulkan banjir.

Diselimuti debu

Reruntuhan tebing ngarai dengan volume ribuan meter kubik itu menimbulkan debu berwarna putih mengambang ke udara kemudian merayapi sebagian kota wisata Bukittinggi, terutama terlihat pada atap rumah warga. Perumahan di kawasan Ngarai Sianok dan sekitarnya dirayapi kabut bekas reruntuhan ngarai setelah mengepul ke udara. Reruntuhan ini sampai kemarin masih tetap berlangsung, meskipun dengan volume kecil.

Sementara itu perumahan warga di sekitar Banto Laweh, tepatnya di belakang lapangan Ateh Ngarai, Bukittinggi sebagian dapur rumah ambrol bersama reruntuhan tebing ngarai. Penduduk setempat terpaksa mengungsi ke lapangan untuk menghindari terjadinya kemungkinan terburuk.

Korban gempa di kota wisata Bukittinggi tidak hanya mengakibatkan terjadinya musibah kebakaran dan longsor tebing ngarai serta kerusakan badan jalan, tetapi sejumlah bangunan yang telah tua juga runtuh. Seperti sebuah toko di simpang Kangkung dindingnya runtuh, begitu juga sejumlah ruko bangunan tua di Jalan A Yani dan sebuah toko di Pasar Banto. Sementara itu bangunan hotel yang belum rampung, Sianok View di kawasan benteng, pasangan batu bata tampak sebagian runtuh.

Panik di rumah sakit
Suasana panik pasca gempa yang cukup dahsyat terlihat di RSAM Bukittinggi. Puluhan perawat lebih dulu berhamburan ke luar gedung RSAM sementara banyak pasien yang rawat inap masih terbujur tak berdaya sehingga keluarga pasien panik dan stres, namun juga ada pasien yang pasrah.

Akhirnya diputuskan untuk mengungsikan para pasien rawat inap ke luar gedung dan juga ke pekarangan rumah beberapa warga sekitar. Namun sebagian besar pasien dibawa ke pekarangan gedung eks APDA yang sekarang digunakan sebagai Kantor Samsat.

Keluarga pasien menunggui dengan tabah menggunakan payung untuk melindungi pasien dari sengatan matahari. Selanjutnya diputuskan mendirikan tenda cukup besar pada pekarangan bagian dalam gedung eks APDN tersebut. Dan sampai tadi malam keadaan tampak aman kendati harus berjuang mati-matian melawan cuaca dingin yang sampai ke sumsum tulang.

Suasana di RSAM memang tampak sibuk karena bermunculan sejumlah ambulance membawa korban gempa yang terpaksa ditampung di sepanjang jalan raya depan RSAM dengan menyiapkan tempat tidur, tabung oksigen dan sejumlah peralatan operasi. Selain sejumlah dokter dan petugas medis, juga terlihat berbagai pihak melibatkan diri untuk membantu, termasuk di antaranya dari TNI Kodim 0304/Agam turun tangan.

Sekitar 50 tempat tidur ditempatkan di sepanjang jalan raya depan RSAM untuk menampung para korban. Keadaan ini terpaksa dilakukan, selain khawatir terjadinya gempa susulan, juga keadan gedung UGDdi RSAM ini tidak dapat lagi digunakan karena banyak bagian gedung yang rusak akibat gempa, seperti bagian loteng yang kropos berjatuhan, termasuk sejumlah lampu neon dan beberapa peralatan medis yang porak-poranda diguncang gempa. ***

MENELAAH REKAMAN SEISMICITY PULAU SUMATERA

aceh_eq.jpgKita tentu masih ingat gempa bumi dan tsunami yang melanda Aceh di akhir tahun 2004. Gempa bumi yang melanda Aceh dan Pulau Sumatera bagian utara pada tanggal 26 Desember 2004 adalah gempa bumi yang termasuk dalam kategori gempa bumi terdahsyat yang pernah terjadi di bumi setelah gempa bumi dahsyat yang melanda Alaska pada tahun 1964. Gempa bumi yang melanda Alaska tersebut mempunyai kekuatan sebesar 9.2. Gempa bumi yang melanda Sumatera pada tahun 2004 ini mampu mengubah lantai samudera dan menghasilkan gelombang tsunami yang mampu menghancurkan apa saja yang dilaluinya mulai dari Pulau Sumatera bagian utara, Thailand, Sri lanka, India, bahkan sampai ke pesisir timur benua Afrika.

subduction.jpgGempa bumi dapat terjadi sepanjang batas pertemuan antara lempeng Eurasia dan lempeng Australia. Panjang batas pertemuan kedua lempeng tersebut sekitar 5500 kilometer atau sekitar 3400 mil mulai dari Myanmar melewati Pulau Sumatera, Jawa, dan menuju Australia. Di sekitar Pulau Jawa dan Sumatera bagian Selatan, lempeng Australia bergerak ke arah utara/timur laut sebesar 60-65 mm per tahun relative terhadap AsiaTenggara. Sedangkan di daerah sekitar utara Pulau Sumatera, lempeng Australia bergerak 50 mm per tahun. Lempeng Australia dan lempeng Eurasia bertemu di kedalaman sekitar 5000 meter atau 3 mil di bawah permukaan air laut pada Palung Sumatera yang terletak di Samudera India. Palung tersebut tersebar relatif pararel terhadap pantai barat Pulau Sumatera sekitar 200 kilometer atau 125 mil dari garis pantai. Pada palung tersebut, lempeng Australia menyusup di bawah lempeng Eurasia.

xsection.jpgPertemuan kedua lempeng tersebut sering juga disebut “megathrust” dimana lempeng Eurasia seolah-olah terangkat oleh lempengAustralia yang menyusup ke dalam bumi. Megathrust yang ada di selatan Pulau Jawa relatif tegak lurus terhadap palung sedangkan di sebelah baratdaya Pulau Sumatera lebih membentuk sudut atau oblique. Akibat geometri dari pertemuan kedua lempeng tersebut di sebelah baratdaya Pulau Sumatera yang membentuk sudut maka pertemuan lempeng tersebut mempunyai komponen dip-slip (dextral slip atau menggeser relative ke kanan) yang tercerminkan dari adanya Patahan Sumatera yang ada di blok “hanging wall” dari daerah penunjaman Sumatera. Patahan tersebut kurang lebih berasosiasi dengan busur vulkanik Sumatra yang mampu mengakomodasikan komponen geser dari bentuk penunjaman yang oblique atau bersudut. Pertemuan kedua lempeng tersebut juga tidaklah mulus akan tetapi lebih membentuk hubungan “stick and slip”. Ini artinya megathrust akan tetap terkunci atau tidak ada pergeseran yang cukup berarti antara kedua blok selama beratus-ratus tahun dan jika megathrust tidak mampu lagi terkunci maka akan terjadilah gempa bumi yang sangat dahsyat.

shocks.jpgSejarah membuktikan bahwa proses penunjaman dari megathrust tidak akan menghancurkan seluruh daerah patahan (sepanjang batas lempeng atau sekitar 5500 kilometer ) dalam satu waktu saja. USGS melaporkan bahwa patahan mulai terjadi di bagian utara Pulau Simeulue. Dari pengamatan seismogram yang dilakukan oleh Chen Ji (Caltech seismologist) ditemukan bahwa patahan utama yang ada di Pulau Simeulue menjalar kearah utara sepanjang 400 kilometer sepanjang jalur megathrust dengan kecepatan 2 kilometer per detik. Akan tetapi dengan berlanjutnya gempa utama maka daerah patahan bertambah sebesar 1000 kilometer ke arah utara di daerah Kepulauan Andaman.

eq.jpgLintasan dari penunjaman megathrust yang berkembang dari Myanmar kearah selatan melewati Laut Andaman dan kemudian kearah tenggara menuju pesisir barat pantai Sumatra telah menghasilkan gempa yang sangat dahsyat dalam dua abad terakhir. Pada tahun 1883, patahan dari segmen yang sangat panjang di pesisir Sumatra Tengah menghasilkan gempa bumi dengan skala 8.7 dengan diikuti tsunami. Pada tahun 1861, lintasan di bagian utara ekuator menghasilkan gempa bumi dengan skala 8.5 diikuti tsunami. Segmen di utara Kepulauan Nikobar juga mengalami patahan di tahun 1881 dan menghasilkan gempa bumi dengan skala 7.9. Bagian di bawah Kepulauan Enggano juga mengalami patahan pada tahun 2000 dan menghasilkan gempa bumi dengan skala 7.8.

Gempa bumi yang terjadi di tahun 2004 dihasilkan dari patahan yang terjadi di bagian paling utara dari bagian megathrust Pulau Sumatera. Penelitian-penelitian seismik terdahulu menunjukkan bahwa patahan yang terjadi seperti pada tahun 1883 hampir terjadi setiap dua abad. Ini menyebabkan bagian-bagian yang lain dari lintasan megathrust yang ada menjadi daerah yang sangat rawan bencana gempa bumi yang kemungkinan disertai tsunami.Selama terjadinya patahan dari penunjaman megathrust, bagian dari Asia Tenggara yang terdapat di atas megathrust berpindah kearah barat (kearah palung) sebesar beberapa meter dan dapat naik sebesar 1-3 meter. Kenaikan bagian ini membuat seakan-akan samudera naik sebesar 1-3 meter. Pada saat air tersebut bergerak turun kembali maka ini akan memicu terjadinya rentetan gelombang samudera yang mampu menjalar sepanjang Teluk Bengal. Dan pada saat gelombang tersebut mendekati daratan, gelombang tersebut berkurang kecepatannya tetapi ketinggian gelombang tersebut bertambah sehingga mampu menghancurkan semua yang dilewatinya. Gelombang inilah yang disebut gelombang tsunami seperti yang terjadi di Aceh pada tahun 2004 kemarin. sumatrafaultsystem.gif

Meskipun gelombang tsunami dapat reda dalam waktu yang singkat akan tetapi gelombang ini mampu menggenangi beberapa tempat yang relatif rendah di sekitar pesisir pantai dan membentuk rawa-rawa. Pulau-pulau yang ada di atas megathrust terangkat sebesar 1-3 meter sehingga mampu mengangkat koral-koral yang sebelumnya ada di dalam laut. (bersambung / to be continued)

Referensi:

247 Gempa Susulan Terjadi Setelah Gempa Utama 7,6 SR

Warga berusaha mencari korban yang terjebak di reruntuhan bangunan pascagempa di Padang, Sumatera Barat, Kamis (1/10).

Jumat, 2 Oktober 2009 | 08:56 WIB

PADANG, KOMPAS.com — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Padang mendeteksi telah terjadi 247 kali gempa susulan setelah gempa besar 7,6 skala Richter yang mengguncang Sumatera Barat (Sumbar).

Staf BMKG Kota Padang Bidang Info Dini Gempa Bumi dan Tsunami Jaya Murjaya, kepada wartawan ANTARA yang melaporkan dari Padang, Jumat (2/10), mengatakan, terjadi 247 kali gempa susulan hingga Kamis sore.

Kekuatan dari gempa-gempa susulan yang terjadi tersebut melemah, rata-rata mencapai 3-4 skala Richter.

Gempa-gempa kecil tersebut, menurut Jaya, memang tidak dapat dirasakan oleh masyarakat Kota Padang dan sekitarnya, namun terdeteksi oleh BMKG.

Pihaknya juga memprediksi gempa susulan dengan skala kecil ada kemungkinan masih akan terus terjadi hingga beberapa hari ke depan. “Tapi masyarakat tetap tidak dapat merasakannya,” ujar dia.

Gempa besar 7,6 skala Richter yang meluluhlantakkan gedung, rumah, pertokoan di Kota Padang dan sekitarnya, Rabu sore, terpusat di barat daya Pariaman, Sumbar.

Gempa susulan berkekuatan 6,2 skala Richter kembali mengguncang Padang dan daerah sekitarnya beberapa menit setelah gempa utama.

Kondisi tersebut membuat warga trauma dan lebih memilih tetap berada di luar rumah. Warga memilih bermalam di tenda-tenda darurat yang didirikan di tempat terbuka.

Belum pulihnya aliran listrik di Padang dan sekitarnya membuat masyarakat, terutama kaum muda, berjaga-jaga di sekitar rumah maupun lingkungan rumah untuk mengantisipasi tindak kejahatan, khususnya pencurian.

Sumber : http://regional.kompas.com

Belasungkawa Obama bagi Korban Gempa Sumatera

Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Michelle Obama menyambut Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Ny Ani Yudhoyono pada jamuan makan malam G-20 di Phipps Conservatory, Pittsburgh, Pennsylvania, AS, Kamis (24/9).

Jumat, 2 Oktober 2009 | 08:53 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Presiden AS Barack Obama menyampaikan belasungkawa dan keprihatinannya atas musibah gempa bumi dahsyat yang mengguncang Sumatera.

“Saya sanggat tergugah dengan penderitaan dan korban jiwa dalam gempa bumi di Indonesia kemarin dan AS siap membantu,” kata Obama seraya memuji ketabahan Indonesia meski sering dilanda bencana alam..

Presiden kulit hitam pertama AS itu juga mengungkapkan keprihatinannya atas musibah tsunami yang menerjang wilayah Pasifik Selatan.

Sedikitnya 1.100 orang tewas dan ratusan lain terluka parah akibat gempa dahsyat di Sumatera dan diperkirakan korban tewas akan terus bertambah.

Rustam Pakaya, kepala Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan, Kamis, mengatakan, ribuan orang kemungkinan besar masih terjebak di reruntuhan gedung dan rumah. Diperkirakan korban tewas akibat gempa di Sumatera sebesar korban tewas dalam musibah gempa Yogyakarta tahun 2006 lalu yang menewaskan sekitar 5.000 orang.

sumber : http://regional.kompas.com

Teriakan Tolong Itu Masih Terngiang

Kota Padang luluh lantak, bangunan di pusat kota ambruk pascagempa tektonik, Kami (1/10).

Jumat, 2 Oktober 2009 | 09:53 WIB

KOMPAS.com-Razali masih terlihat lemah saat datang di kamar mayat RS M Djamil, Padang, Kamis (1/10). Kepalanya yang bocor dibungkus kain putih. Punggungnya juga terluka.

“Alhamdulillah atas pertolongan Allah saya bisa selamat, meski kepala bocor dan mendapatkan lima jahitan serta punggung luka,” ujarnya kepada Tribun di intalasi kamar mayat itu.

Razali mencari kawannya, sesama peserta bimbingan teknis pengelolaan tambak tinggi yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar di Hotel Ambacang, Jalan Bundo Kanduang, Padang.

Dengan kalimat yang terputus karena mengingat kembali detik-detik gempa yang meluluhlantakkan hotel itu, Razali yang berasal dari Kabupaten Limapuluh Kota ini bercerita. “Saya selamat berkat pertolongan Tuhan,” ujarnya.

Sesaat setelah gempa kedua, ia berlari keluar ruangan acara itu. Ia melihat puluhan orang di hotel sudah panik dan berteriak. Ia terus berlari dan memutuskan meloncat dari lantai dua ke basement hotel tersebut. Ia selamat meski kepala dan punggungnya terluka akibat terkena reruntuhan gempa.

Namun, Razali tetap terpukul karena rekan satu kabupaten dengannya tidak selamat. Andi, nama kawannya, itu baru bisa dievakuasi, Kamis pagi, dalam keadaan sudah tidak bernyawa. ”Saya tak dapat selamatkan Andi. Padahal di saat pelatihan maupun lari ketika gempa terjadi selalu berada di belakang saya,” ujarnya.

Dalam keadaan sangat mencekam, usai ditimpa reruntuhan. Ia merangkak keluar dari reruntuhan. Di saat merangkak itulah, ia melihat beberapa tangan melambai meminta pertolongan. Ia juga mendengar suara memelas.  “Teriakan minta tolong dari tamu hotel itu juga sayup saya dengar. Sampai saat ini masih terngiang di telinga saya, tapi saya tak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Yosmeri, mengatakan peserta pelatihan bintek di Ambacang itu berasal dari 19 kabupaten dan kota se-Sumbar. Jumlahnya ada 25 orang ditambah narasumber dan panitia menjadi 30 orang.

“Selamat dari reruntuhan hotel akibat gempa baru lima orang sedangkan yang berhasil dievakuasi sampai Kamis sore baru lima orang juga,” kata Yosmeri.

Termasuk Andi, kawan Razali, yang menurut rencana malam ini juga ia bawa dengan ambulans ke Limapuluh Kota. “Keluarga korban sudah menunggu di kampung,” ujar Razali.

Kisah warga yang selamat meski tertimbun belasan jam juga dialami Ivan (25), pekerja rumah biliar di Kota Padang. Ia selamat dari maut setelah lebih dari 12 jam terhimpit puing-puing bangunan lantai tiga tempatnya bekerja di Jalan Thamrim, Padang, itu.

Saat gempa, Ivan tengah berada di lantai tiga dan terus berupaya lari ke lantai satu untuk menyelamatkan diri. Saat akan keluar bangunan, kaki Ivan tersandung dan dia jatuh ke lantai dan pada saat yang sama bangunan tiga lantai itu roboh.Tubuh Ivan dari pinggang ke kaki ditimpa balok beton, sedangkan dari badan ke kepala terlindung di antara tulang beton-beton yang melintang.

Sejak Rabu sore itu Ivan tidak bisa bergerak dan terpaku karena tubuhnya terhimpit. Warga yang ada di lokasi tidak bisa memberikan pertolongan karena beton-beton yang berat menindih tubuh Ivan. Warga hanya dapat memberikan minuman dan meminta Ivan bertahan sampai datang tim evakuasi.

Malam itu Ivan terperangkap dan bisa bergerak di tengah guyuran hujan lebat yang dingin. Subuh hari, tim evakuasi dengan satu alat berat datang dan berhasil membantu mengeluarkan Ivan dari himpitan beton-beton. Nyama Ivan selamat namun tubuhnya dari pangkal paha ke kaki luka-luka berat. Ivan langsung dibawa ke RSUP M Djamil Padang untuk mendapat pertolongan.(adt)

Sumber : http://regional.kompas.com

Itu Anakku… Itu Anakku!

Anggota TNI berhasil mengevakuasi seorang perempuan yang terjebak reruntuhan bangunan yang roboh digoncang gempa tektonik di Padang, Sumbar, Kamis (1/10).

Jumat, 2 Oktober 2009 | 09:59 WIB

KOMPAS.com — Suasana di Jalan Proklamasi, Tarandam, Padang, hingga tadi malam masih mencekam. Ribuan korban yang tertimbun bangunan yang roboh akibat gempa Rabu sore, sampai Kamis malam, belum bisa dievakuasi. Termasuk puluhan pelajar di bimbingan belajar Gamma di Jl Proklamasi, Tarandam, Padang.

Suasana pencarian jenazah para pelajar yang mengikuti les privat sangat memilukan. Puluhan orangtua menunggu proses evakuasi yang lamban di tengah hujan deras. Satu per satu mayat diangkat, dan langsung disambut jerit histeris.

“Itu anakku, itu anakku,” ujar Richard, Kepala Bidang Humas Pemko Padang, saat menyaksikan tim penyelamat mengeluarkan sesosok jasad dari balik reruntuhan, Kamis (1/10) siang. Sambil menenteng kamera untuk dokumentasi Pemko Padang, wajah lelaki yang biasanya riang itu kemarin tampak sangat cemas dengan mata yang merah.

Begitu melihat wajah anaknya yang memutih di balik kantong mayat, ia langsung berteriak dan menangis sejadi-jadinya. Beberapa wartawan mencoba menenangkan lelaki itu agar sabar. Begitu juga istri Richard tak dapat menguasai diri. Dia langsung meraung, menangis histeris ketika anak lelaki mereka ditemukan.

Richard dan istrinya berupaya memeluk putranya, namun dilarang petugas yang menyarankan melihat di RSUP M Jamil Padang. Tubuh kaku berselimut debu reruntuhan itu langsung masuk ambulans.

Tim evakuasi terus berupaya menyelamatkan korban satu per satu. Sebanyak 19 orang sudah dinyatakan tidak bernyawa, namun, para orangtua masih berharap anak-anak mereka diselamatkan. Ada 60 pelajar yang sedang mengikuti les ketika gempa dahsyat terjadi.

Menurut pengakuan Nola, orangtua korban, Rabu malam, sejumah anak-anak berteriak kelaparan dan kehausan dan merintih kesakitan. “Saya berteriak memanggil anak saya dan meminta petugas memberikan roti,” kata Nola. Ia juga melihat beberapa anak saling berpelukan, namun sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi. “Itu siswa yang bisa dijangkau, masih banyak lagi yang tidak bisa,” katanya dengan wajah cemas.

Gedung dua lantai itu amblas pada saat gempa 7,6 skala Richter mengguncang, Rabu sore. Menurut informasi, ketika gempa terjadi, sebagian siswa berlari ke lantai atas, sebagian lagi lari keluar gedung. Mereka terjebak di tangga dan di pintu sehingga terperangkap dalam reruntuhan.

Hingga berita ini diturunkan, baru tujuh siswa yang berhasil diselamatkan, sementara 19 lainnya tewas mengenaskan. Umumnya mereka menderita patah tulang dan luka tertimpa beton.

Suasana evakuasi sangat memilukan. Ada orangtua yang tetap bertahan menunggu di depan gedung. Tetapi ada juga yang mencari informasi di RS M Jamil Padang. Seperti Emilda (39), warga Palinggam, terus mencari Lila Yolanda (12), pelajar MTSN modern Gunung Panggilun. Ia kemudian memilih menunggu di RS M Jamil Padang karena seluruh korban tewas dan meninggal dibawa ke sana. Setiap ada korban, ia periksa satu per satu. Sampai penantian mereka berakhir, Kamis siang.

Emilda langsung berteriak ketika melihat sang putri sudah dibawa dengan kantong mayat. Suami istri itu pun menangis berpelukan.  “Lila… Lila… Bangun, Nak…,” kata sang ayah menjerit. Istri, sambil menangis berusaha menenangkan suaminya, “Bang, sabar Bang… Tuhan sayang sama Lila. Anak hanya titipan Allah, biarlah diambil kembali,” ujar Emilda.

Suasana di RS M Jamil mencekam sepanjang hari karena ambulans
datang silih berganti, membawa mayat atau korban luka. Tim dokter dan perawat bekerja tanpa lelah di lorong-lorong rumah sakit dan teras karena bagian dalam RS terbesar di Sumbar itu juga hancur dan memakan 25 korban.

Proses evakuasi terhadap korban tertimbun di beberapa reruntuhan gedung terasa sangat lambat karena terbatasnya jumlah alat berat. Korban terbanyak adalah di Bimbel Gamma dan Hotel Ambacang yang menimbun sekitar 200 orang serta hotel bintang empat di sebelahnya, Bumiminang. Gedung berlantai delapan itu ambruk sebagian, bentuk hotel sudah miring dan bergeser dari pondasinya.

Kaki bergerak

Kisah menyedihkan juga terlihat di showroom Suzuki dan Adira Finance, Sawahan. Di balik reruntuhan itu, 12 mayat sudah dievakuasi dengan susah-payah. Keluarga menunggu dengan cemas.

“Suami saya bekerja di dalam sana. Saya tidak tahu apa dia ada di sana atau tidak,” ujar Yeni (28), seorang ibu muda sambil tersedu-sedu. Matanya yang basah oleh air mata, mencoba menembus ke dalam reruntuhan.

Begitu juga Fitri (17). Gadis remaja ini terisak-isak menyaksikan petugas mencoba memeriksa korban di balik reruntuhan. Tangisnya makin terdengar memilukan ketika seorang anggota TNI keluar reruntuhan melaporkan kepada atasannya bahwa ia melihat beberapa pasang kaki bergerak-gerak terimpit reruntuhan tangga. “Tapi tidak bisa dibongkar dengan tangan,” ujar prajurit. Masalahnya, tak ada alat berat.

Fitri terisak, begitu juga keluarga karyawan Adira lainnya. Mereka berpelukan untuk saling menguatkan meskipun tidak saling kenal.

Di Hotel Ambacang, suasana juga mencekam karena lebih dari 70 orang masih terjebak. Ronald, warga perumnas Pengambiran Kecamatan Lubeg, Padang, terus memeriksa kantong mayat, untuk memastikan apakah tantenya sudah dikeluarkan dari bangunan gedung. “Sampai senja belum ada tanda-tanda,” kata Ronald tentang tantenya yang sama-sama bekerja di hotel tersebut.

Banyaknya korban di hotel itu karena sedang ada pelatihan teknis dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar yang diikuti sekitar 100 orang. Dandim Padang Haris Sarjana mengatakan, harapan hidup korban di reruntuhan masih ada karena masih terdengar jeritan dari dalam gedung. “Pukul empat dini hari tadi anggota saya masih mendengar ada yang minta tolong,” ujar Haris.

Di Gedung Bank BII, kepala cabang bank tersebut, Yuli Syahrial, juga tewas. Saat ini, lebih dari 100 korban tewas yang berhasil dievakuasi dari berbagai gedung, mulai dari Bimbel Gamma, Adira Finance (3), LIA-LBA Padang (10), Ambacang Hotel (10), BII Padang (2), dan Pasar Inpres I Pasararaya Padang (5). “Mayat dari Pasaraya itu baru senja dievakuasi ke instalasi jenazah darurat, berjumlah lima orang yang kondisinya sulit dikenal karena selain ditimpa reruntuhan juga terbakar,” kata petugas di kamar mayat RSUP M Jamil.

Korban lainnya tersebar menunggu evakuasi. Di Adira Finace diperkirakan sekitar 30-40 orang tertimbun, di Pasar Inpres I Pasaraya Padang diperkirakan 100 orang, dan Kantor Gubernur Sumbar dua orang. Begitu juga di Sugama College Jl Veteran Padang, diperkirakan 20-30 korban, STBA Prayoga sekitar 100 mahasiswa, LIA-LBA sekitar 60 orang, bimbel Quantum diperkirakan 30 orang.

“Seribuan orang masih terkubur reruntuhan,” kata Koordinator Satuan Koordinasi dan Pelaksana (Satkorlak) Penanggulangan Bencana Sumatera Barat, Ade Edward, di Posko Satkorlak, Kantor Gubernur Sumbar. (adt/hnk/yst/yan)

Sumber : http://regional.kompas.com/read/xml/2009/10/02/0959167/

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.